by Maria Christine H.
on 19 July 2010
Setiap orang pasti akan menghadapi suatu fase atau suatu masa di mana mereka mulai menyadari kesendiriannya dn merasakan adanya kebutuhan akan orang lain, yaitu lawan jenisnya yang dirasakan "cocok" baginya dan bisa menjadi pasangan seumur hidupnya.
Untuk memiliki seorang pasangan ada syarat-syarat yang sekiranya wajib diperhatikan. Syarat yang pertama adalah: Kita harus sudah siap untuk memasuki pernikahan. Siap disini bukan hanya siap secara usia, tetapi lebih ditekankan siap secara kedewasaan roh dan karakter diri kita. Standar ilahi yang harus dimiliki adalah kita tidak mencari pacar lantaran karena kesepian sedangkan teman2 yang lain sudah memiliki pacar, tetapi karena kita memang sudah siap membina rumah tangga. Syarat yang kedua adalah: Jangan memilih berdasarkan selera kedagingan kita. Ams 31:30, penampilan fisik hanya bersifat sementara. 1 Ptr 3:1-4, Ia jauh lebih menghargai kecantikan/ketampanan rohani. Kecantikan/ketampanan rohani menurut Alkitab:
Syarat yang ketiga adalah: jangan memilih hanya karena pertimbangan eksternal. Karenanya standar utama yang kita pakai unuk mengukur "kelayakan" seseorang adalah karakter Kristus dan kedwasaan rohani orang itu. Anda bukan menikah dengan seseorang yang ada di dalam gereja, anda bukan menikah engan ketampanan/kecantikan wajahnya, anda bukan menikah dengan latar belakang keluarganya melainkan anda menikah dengan kehidupan sehari-harinya. Syarat terakhir adalah: lakukan proses peneguhan sebelum menyatakan cinta. Ams 31:3, jika kita salah memilih pasangan hidup maka hal itu dapat menghancurkan kualitas roh dan jalan hidup kita.
Membangun Hubungan Pranikah yang Sehat
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah: Persiapan mental, dalam pernikahan yang sehat dibutuhkan sesuatu yang lebih dari sekedar cinta atau patokan umur belaka; dibutuhkan kematangan mental tertentu dari masing-masing pihak.
Menyesuaikan nilai-nilai kehidupan, setiap perbedaan nilai-nilai hidup yang dapat ditemui pada masing-masing pasangan justru dapat menjadi sebuah potensi konflik di kemudian hari.
Komunikasi yang terbuka dan saling menghargai akan menjadi sarana terbaik untuk membangun sebuah nilai kehidupan yang selaras dengan prinsip kebenaran.
Merencanakan pendapatan dan mengatur pengeluaran, ketika suatu pasangan merencanakan pernikahan, sejak awal mereka harus mulai membuat rencana anggaran, jangan sampai menanggung hutang.
Menentukan tempat tinggal, Kej 2:24 "Seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan istrinya". Tempat tinggal harus diselaraskan dengan rencana Tuhan dalam hidup pernikahan kita.
Rencana untuk memiliki anak, pandangan yang mengatakan bahwa kita akan menerima apa yang Allah berikan adalah pandangan yang salah, karena kebenarannya adalah : Allah yang memberikannnya, namun kita yang merencanakan dan membuat.
Persiapan pernikahan, hendaknya mulai dilakukan stelah pihak pria mampu menghidupi calon istrinya. Kita tidak dapat hidup hanya dengan modal cinta namun segalanya harus dipersiapkan.
Jangan memutuskan berpacaran kalu belum siap untuk menikah, selalu libatkan Tuhan, orang tua, dan para pemimpin rohani mulai dari proses penjaakan sampai proses persiapan pernikahan.
About UsCCContact UsHistoryHOMESermons
SMCC © 2010 By SMCC Website Team. This website is built for modern browsers and all times are in WIB