by Jefri Theresna
on 28 August 2011
seen 188 times
Kesabaran = longsuffering
Kita terbiasa gampang sabar dengan keadaan2 yang menyenangkan.
Kita harus mengembangkan kesabaran sebagai seorang pemimpin demi menghasilkan kehidupan yang berbuah.
Seseorang bisa menjadi sabar jika dia memahami apa yang sedang terjadi di dalam situasi tertentu.
Ketidaktahuan menghasilkan ketidaksabaran
Di dalam bahasa Yunani, kata kesabaran adalah Makrothumia, yg merupakan gabungan dr dua kata.
Makro= panjang
Thumia= kesabaran
Panjang sabar.
Kata sabar bisa diartikan sebagai tahan menderita, berdiri teguh saat mengalami tekanan, aniaya atau kesusahan; tidak berubah pendirian; kokoh dalam iman; ketabahan hati.
Kata tahan uji diartikan sebagai kemampuan untuk bersikap teguh dalam penderitaan tanpa menyerah sedikitpun pada perasaan marah, kesal atau benci, frustasi atau kasihan pada diri sendiri.
Seringkali kehidupan orang percaya memberikan kesan pada dunia bahwa menjadi orang Kristen sangatlah menyenangkan, bila segala sesuatu berjalan lancar. Akan tetapi, ketika hal2 yang tidak menyenangkan mulai terjadi, sikap dan tindakan kita sering kali memperlihatkan gambaran yang sangat berlawanan.
Mengapa Tuhan meminta kita untuk sabar dalam penderitaan?
Amsal 16:32 "Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota"
Kesabaran adl sebuah kekuatan, bahkan kekuatannya melebihi seorang pahlawan dan org yang merebut kota
Ibrani 12:1
Allah telah memanggil kita untuk berlari dalam perlombaan dengan sabar dan tekun.
Berarti perlombaan ini bukanlah suatu perlombaan lari sprint yg membutuhkan kecepatan luar biasa, melainkan jenis perlombaan lari maraton yang menuntut ketekunan dan daya tahan
2kor 1:6
Bagaimanakah mengembangkan buah Roh kesabaran dalam hidup kita?
Jalan yang dapat kita tempuh untuk mengusahakan buah roh kesabaran adalah dengan siap mengalami kesengsaraan.
Roma 5:3
Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan
Sebagai seorang pemimpin, kita harus belajar sabar dalam hal :
1. Mengejar dan mewujudkan visi / kerinduan dalam hidup kita Filipi 3:13-14
Visi itu seperti wanita yang sedang hamil.
Mungkin kadang ia tidak menginginkannya.
Tapi mau tidak mau harus dijalani untuk mencapai tujuan tertentu.
2. Membimbing dan memuridkan org yang Tuhan percayakan Galatia 4:19
3. Menahan diri
Kita berpikir dulu!
Apa yang Tuhan ingin saya katakan atau lakukan?
2kor12:20
Dapatkah anda memikirkan ttg suatu waktu dimana kurangnya kesabaran menyebabkan suatu perdebatan atau kesalahpahaman?
Kurangnya kesabaran bisa merusak.
Tidak ada hal yang terlalu cepat.
Kesabaran menghasilkan konsitensi
SMCC © 2010 By SMCC Website Team. This website is built for modern browsers and all times are in WIB